Maghvyy's Zone

Saat farewell party

Me : Bro, menurut kamu aku itu orangnya kayak gimana?

Brodient : Mbak itu orang yang paling jago ngeles dan sok misterius.. aku tuh kadang sebel kalau mba jadi sok misterius..

Me : *Spechless* *jleb*

Brodient : Kenapa sih mbak sok misterius gitu? terlalu banyak hal yang mbak sembunyikan dari kita2 di sini

Me : Saya mungkin hanya akan menjawab dengan satu kalimat ini, dari dulu saya selalu pegang ini bahkan sebelum orang2 sadar saya menjadi so(k) misterius. *SOME THINGS BEST LEFT UNSAID*.

Brodient : Oke kami mengerti

“Kita selalu mencari ribuan alasan yang bisa menerangkan mengapa kita jatuh cinta, tapi pada akhirnya, kita kembali pada satu kesimpulan: kita tidak punya satu pun alasan.”
Intan Kirana dalam Prosa Layang-Layang (via kuntawiaji)

(via dzackquinotte)

yasirmukhtar:

Pikiran adalah alam dengan batas yang tak terdefinisi. Yang perlu dicemaskan bukanlah keberbatasan itu sendiri sebenarnya, melainkan seberapa luas kita telah menyingkapkan ruang-ruang tak terjamah di alam pikiran kita. Karena, seringkali kita terhenti bukan karena batas pikiran riil, melainkan karena berhentinya penjelajahan kita dalam belantara pikiran.

(via lutfiannisa)

adorablechildren:

K by Fenchurch again on Flickr.

Pengen nyulik anak ini… haha

adorablechildren:

K by Fenchurch again on Flickr.

Pengen nyulik anak ini… haha


Biar Allah yang menentukan. Sesungguhnya pilihan Allah sentiasa yang terbaik buat hambaNya.

Biar Allah yang menentukan. Sesungguhnya pilihan Allah sentiasa yang terbaik buat hambaNya.

(Source: myclip, via durratunnasihah)

“Orang bijak berpesan: “Jika tidak bisa membantu, jangan
mengganggu.”
— SBY

“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya. 

“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.”

— Tere Liye, novel “Negeri Di Ujung Tanduk” (via ailovestosmile)